Petirtaan Sumberbeji Jombang: Wisata Sejarah Gratis 24 Jam, Lebih Tua dari Majapahit
Kolam purbakala Petirtaan Sumberbeji, situs bersejarah peninggalan pra-Majapahit di Jombang
Apakah Anda tahu bahwa di Jombang terdapat situs petirtaan kuno yang konon lebih tua dari Kerajaan Majapahit? Petirtaan Sumberbeji adalah destinasi wisata sejarah yang masih tersembunyi, menawarkan pengalaman spiritual sekaligus edukasi tentang peradaban kuno di tanah Jombang.
Berlokasi di Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, situs ini memiliki keunikan yang tidak ditemukan di tempat wisata lain: kolam purbakala dari bata kuno, arca-arca kecil yang tersebar, serta air yang dipercaya membawa berkah. Yang lebih menarik, tempat ini buka 24 jam dan GRATIS tanpa tiket masuk!
💡 Fakta Unik: Berdasarkan penelitian arkeologis, struktur bata di Petirtaan Sumberbeji memiliki kemiripan dengan Candi Badut di Malang (abad ke-8 Masehi), yang berarti usianya bisa mencapai 1.200 tahun lebih – jauh lebih tua dibandingkan peninggalan Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-16.
1. Sejarah dan Keunikan Petirtaan Sumberbeji
1.1. Peninggalan Pra-Majapahit yang Langka
Berbeda dengan Candi Arimbi atau Situs Grobogan yang berasal dari era Majapahit, Petirtaan Sumberbeji diperkirakan berasal dari periode Kerajaan Kanjuruhan atau awal Kadiri (sekitar abad ke-8 hingga ke-11 Masehi). Ciri khasnya:
- Bata kuno berukuran besar dengan teknik cetak tangan
- Struktur kolam berundak yang menyerupai punden berundak
- Arca-arca kecil dari batu andesit yang tersebar di sekitar situs
Struktur kolam bata kuno yang masih kokoh berdiri hingga kini
1.2. Fungsi Spiritual di Masa Lalu
Berdasarkan tata letaknya yang berupa kolam-kolam bertingkat, para arkeolog meyakini bahwa tempat ini berfungsi sebagai:
- Petirtaan suci untuk upacara pembersihan diri (ritual penyucian)
- Tempat pemujaan terhadap dewa air atau kesuburan
- Sumber air utama untuk permukiman kuno di sekitarnya
1.3. Penemuan Kembali dan Ekskavasi
Petirtaan Sumberbeji mulai dikenal publik setelah tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan melakukan ekskavasi pada tahun 2018. Dalam penggalian tersebut ditemukan:
- Struktur kolam bata dengan sistem saluran air
- Fragmen arca Ganesha dan Durga Mahisasuramardini
- Pelinggih batu yang diduga tempat pemujaan
Hingga saat ini, proses ekskavasi dan rekonstruksi masih terus berlangsung secara bertahap.
Proses ekskavasi oleh tim arkeolog BPCB Trowulan
Penelitian di sekitar aliran sungai kecil situs
2. Apa Saja yang Bisa Dinikmati Pengunjung?
2.1. Menyusuri Kolam Purbakala
Anda bisa berjalan di sekitar kolam-kolam bata kuno yang masih kokoh berdiri. Airnya yang jernih mengalir dari mata air alami yang tidak pernah kering sepanjang tahun.
📌 Catatan Penting: Pengunjung TIDAK DIPERKENANKAN berendam atau mandi di kolam utama karena merupakan situs cagar budaya yang dilindungi undang-undang (UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya).
2.2. Melihat Arca-Arca Kuno
Di beberapa sudut situs, Anda akan menjumpai arca-arca kecil yang ditemukan selama proses ekskavasi. Arca-arca ini umumnya terbuat dari batu andesit dengan ukiran yang masih cukup jelas.
Pohon beringin raksasa yang menjadi ikon dan spot foto favorit
2.3. Berfoto dengan Latar Beringin Raksasa
Di area situs terdapat pohon beringin besar yang menambah kesan magis dan estetis. Pohon ini menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.
2.4. Menikmati Suasana Spiritual yang Tenang
Karena belum terlalu ramai wisatawan, suasana di Petirtaan Sumberbeji sangat tenang, asri, dan adem. Cocok untuk Anda yang ingin melepas penat sambil belajar sejarah.
Arca-arca kecil hasil temuan ekskavasi yang tersebar di area situs
3. Harga Tiket & Jam Operasional
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Harga Tiket Masuk | GRATIS (tanpa dipungut biaya) |
| Jam Operasional | 🕒 24 jam (buka setiap hari) |
| Biaya Parkir | Sukarela (biasanya Rp2.000 - Rp5.000) |
💡 Tips: Karena tidak ada tiket resmi, Anda bisa memberi donasi sukarela kepada juru kunci atau petugas kebersihan di lokasi sebagai bentuk apresiasi.
Pintu masuk menuju area Petirtaan Sumberbeji
4. Lokasi & Rute Perjalanan
Alamat Lengkap:
Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61473
Rute dari Alun-Alun Jombang:
- Berkendara ke arah timur menuju Kecamatan Ngoro (sekitar 30 menit, jarak ±15 km)
- Ikuti jalan menuju Desa Kesamben
- Cari plang petunjuk "Petirtaan Sumberbeji" di pinggir jalan
- Lokasi berada tidak jauh dari jalan utama, dengan akses mobil bisa masuk
Rekomendasi Kendaraan:
- Motor lebih fleksibel karena jalan menuju lokasi cukup sempit
- Mobil kecil (Avanza/Xenia) masih bisa masuk, tetapi sulit untuk parkir
5. Tips Liburan ke Petirtaan Sumberbeji
- Datang pagi (sekitar pukul 07.00-09.00) - Untuk mendapatkan cahaya foto terbaik dan suasana yang masih sepi.
- Kenakan pakaian yang sopan - Karena merupakan situs bersejarah yang sakral.
- Bawa air minum sendiri - Karena belum ada warung di dalam area situs.
- Jangan memanjat atau merusak struktur bata kuno - Ini adalah cagar budaya yang dilindungi undang-undang.
- Siapkan uang tunai kecil - Untuk parkir sukarela (Rp2.000 - Rp5.000).
- Jangan lupa kamera - Untuk mengabadikan arca-arca dan kolam kuno.
- Gabung dengan wisata lain - Karena lokasinya dekat dengan Candi Arimbi dan Situs Grobogan.
6. Fasilitas yang Tersedia
| Fasilitas | Ketersediaan |
|---|---|
| Area Parkir | ✅ Ada (terbatas) |
| Toilet | ❌ Belum tersedia |
| Warung Makan | ❌ Belum ada (sebaiknya bawa bekal) |
| Tempat Istirahat | ✅ Ada gazebo sederhana |
| Pemandu Wisata | ✅ Bisa minta tolong juru kunci |
7. Kesimpulan
Petirtaan Sumberbeji adalah permata tersembunyi wisata sejarah Jombang yang sayang untuk dilewatkan. Dengan nilai sejarah yang lebih tua dari Majapahit, akses 24 jam, serta tiket masuk GRATIS, tempat ini cocok untuk:
- Pecinta sejarah dan arkeologi
- Wisatawan yang mencari suasana tenang
- Keluarga yang ingin edukasi murah meriah
- Content creator yang mencari spot foto unik
Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian situs cagar budaya ini agar bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Ditulis oleh: Admin Pariwisata Jombang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar